Saturday, February 20, 2010

7 Hukum Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang

     Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang telah menciptakan alam semesta ini dengan kesempurnaan yang luar biasa. Dia menciptakan alam ini dengan dasar kasih dan sayang. Dia tidak hanya menciptakan tapi Dia juga senantiasa memelihara seluruh ciptaanNya. Dia pun menciptakan 7 hukum ini atas dasar kasih dan sayang Nya terhadap makhluk ciptaan Nya. Dia itu Maha Kuasa namun Dia tidak sewenang-wenang terhadap ciptaan Nya. Dia menciptakan 7 hukum ini agar semua yang diciptakan oleh Nya bisa berjalan menuju kesempurnaan. Inilah 7 hukum tersebut.

  1. Hukum Sebab - Akibat. Jika manusia ingin memperoleh hidup damai dan sejahtera maka ia harus tahu sebab - sebabnya. Jika ia ingin hidup sehat lahir batin dan rohani ia harus tahu penyebabnya. Ada sebab ada Akibat. Hukum sebab akibat adalah salah satu bentuk kemurahan Tuhan. Dengan hukum tsb manusia difasilitasi oleh Tuhan untuk menyempurnakan dirinya di dunia ini. dengan hukum itu manusia bisa mencari cara - cara yg dapat membahagiakan dirinya di dunia dan akhirat. Dengan hukum ini, kita dapat menerima segala yg terjadi pada kita dengan sikap yg benar, tenang dan sabar. Untuk memetik buah yang baik di masa depan maka tanamlah perbuatan yang baik.
  2. Hukum Kepastian. Segala sesuatu diciptakan Tuhan dengan kadar yang benar, tak meleset sedikitpun. Segala sesuatu telah ditentukan waktu, tempat, kesempatannya dan batas akhirnya. Oleh karena itu, satu molekul air selalu terdiri dari satu atom oksigen dan dua atom hidrogen. Perbandingan ini pasti! Usia kandungan pun biasanya sembilan bulan sepuluh hari. Jika keluar sebelum atau sesudah umur itu, biasanya ada kelainan rahim si ibu atau gangguan pada janin. Karena itu kepastian yg ada pada benda bersifat kepastian statistik. Secara normal segala sesuatu akan berjalan sesuai dgn kadar dan waktu yg telah di tetapkan.
  3. Hukum Ketidakberubahan. Dari dulu air mengalir ke tempat yang lebih rendah. semua makhluk hidup pasti mengalami kematian. Dengan hukum ketidakberubahan ini ketetapan yg ada dicatat manusia sbg hukum fisika dan kimia.
  4. Hukum Objektif. Segala sesuatu dibuat berdasarkan ukuran tertentu dan berlaku untuk siapa saja. Tuhan tidak memihak kepada orang tertentu berdasarkan kesukaan. Barang siapa yang yang mematuhi hukum - hukum Allah yang telah ditetapkan di alam ini, dialah yang berhasil. Kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh etnisnya, sukunya, keluarganya, agamanya, atau lain - lainnya. Kemuliaan manusia ditentukan oleh ketakwaannya. Takwa itu adalah berada di jalan yang benar dan mematuhi hukum - hukum kebenaran. Takwa bukan sekedar kepercayaan atau keimanan. Takwa adalah tindakan di jalan yang benar.
  5. Hukum Keseimbangan. Semua benda - benda yang ada di langit ada dalam kesimbangan shg tidak terjadi benturan. Sepeda motor atau sepeda roda dua bisa dikendarai bila pengendaranya ada dalam keseimbangan. Pun hidup kita akan terasa nyaman bila kerja, istirahat, olah rohani dan tidur dalam keadaan seimbang. Pelanggaran batas - batas keseimbangan akan mengundang kehancuran.
  6. Hukum Perpasangan. Segala sesuatu di alam raya ini diciptakan berpasangan. atau bisa dikatakan segala sesuatu diciptakan bersistem. Ada positif, ada negatif. Siang dengan malam. Ada pria, ada wanita. Lahir dan batin adalah bentuk pasangan bagi kehidupan manusia. Pasangan ini harus diusahakan seimbang agar manusia bisa bahagia. Dan pasangan - pasangan ini diciptakan Tuhan mulai dari subpartikel yang paling elementer hingga sebesar bumi dan matahari.
  7. Hukum Keragaman atau Variasi. Dengan hukum ini individu - individu yang sejenis meski memiliki ciri - ciri umum yang sama, tapi masing - masing individu memiliki ciri khasnya tersendiri sehingga bisa di bedakan satu dgn yg lainnya. Dan sebaran dari suatu jenis ciptaan bersifat normal, yg artinya sebagian besar individu dalam suatu populasi bersifat mendekati rata - rata. Ada dalam kurva normal. Hanya sebagian kecil yg ada di luarnya. Dengan hukum ini kehidupan menjadi bervariasi. Karena itu tidak boleh ada upaya penyeragaman terhadap sesuatu.
     Ketujuh hukum itulah yang ditetapkan Tuhan di alam raya ini. Untuk dapat hidup berbahagia maka manusia harus bertindak, berbuat dan bekerja dengan mematuhi hukum - hukum tersebut. Jika ada penyimpangan, tdk berarti suatu kejadian berada di luar hukum - hukum tadi. Semua terjadi sebagai akibat interaksi antara hukum - hukum tersebut, namun ada faktor yang terlalu dominan dalam interaksinya.

(dikutip dari buku Al - Fatihah karangan Achmad Chodjim)

No comments:

Post a Comment