Monday, April 12, 2010

Berargumentasi Dengan Baik


  Berargumen adalah menyampaikan dan meyakinkan orang lain tentang pendapatmu dengan benar. Saat menyatakan pendapat, gak ada masalah kalau saja semua orang setuju sama pendapatmu. Tapi, kalau ada yang nggak setuju kadang kamu harus mempertahankan pendapatmu. Nah, saat itu kamu harus bisa berargumen dengan cara yang baik, kalau nggak, bisa-bisa malah ada yang emosi, terus sakit hati, rusak deh argumentasimu.



Kenali Lawan Bicaramu

  Kamu berargumen dengan siapa. Ayah? Teman? Orang baru kenal? Atau belum kenal? Kalau sudah tahu, jadi lebih gampang pendekatannya. Misalnya sama yang senior, kata-kata perlu diperhalus biar gak dikira menggurui. Kalau sama teman boleh dicampur humor biar gak terlalu berkesan kaku dan kalau sama pacar bisa dicoba sambil ngerayu.

Cari Sela Dan Momen Yang Tepat

  Pokoknya pinter-pinternya kamu cari sela dan momen yang pas. Kalau yang diajak ngomong lagi suntuk atau habis diputusin sama pacarnya mending cari waktu lain aja. Kalau pas jam 12 siang, atau pas jam-jam orang tidur juga jangan dipaksain. Cari waktu yang kira-kira hati lawan bicara lagi enak, mungkin dengan basa-basi terlebih dahulu supaya kita tahu gimana kondisi perasaannya waktu itu.

Kenali Topik Pembicaraan

 Pahami benar-benar topik yang sedang dibicarakan. Jangan sampai kamu mati-matian mempertahankan pendapat bahwa 3+4=5, padahal cuman tahu dari buku catatan temenmu. Jadi, pastikan juga pendapat kamu itu bukan berdasarkan gosip semata tapi ada hal yang jelas mendasarinya.

Pastikan Sudut Pandangnya Sama
  
  Yang satu bilang kue lemper itu bentuknya bulat, yang satu lagi bilang persegi panjang. Jelas sama benernya dan sama salahnya kan? Karena yang satu lihat kue lemper dari atas, yang satunya lagi lihat dari samping. Debat yang seperti ini gak akan ada penyelesaiannya. Kalau sudut pandangnya bisa disamakan, kue lemper itu bisa terlihat berbentuk silinder, ya kan? Kalau sudag seperti ini semua masalah jadi lebih jelas ke mana arahnya.

Pendengar Yang Baik

 Kalau ada yang menanggapi pendapatmu, cobalah dengarkan dulu sampai selesai. Kamu mesti bisa jadi pendengar yang baik kalau mau pendapatmu didengarkan orang lain. Kalau kamu bisa menyimak apa yang diungkap oleh lawan bicaramu, kamu bisa tahu orang tersebut maunya menentang, mengkoreksi atau cuma nambahin hal yang kurang lengkap dari pendapatmu. Jangan sekali-kali memotong pembicaraan orang, karena hal itu bisa mengurangi rasa hormat orang lain terhadap kita. Kita juga yang rugi.

Kontrol Nada Suara

  Sabar aja.......kalau kamu yakin pendapatmu benar, nggak usah ngotot ntar juga kelihatan siapa yang benar. Juga jangan terlalu pelan, ntar kamu dikira ndongeng dan bikin ngantuk. Karena nada suara ternyata berpengaruh ke perasaan seseorang dan juga nada suara kita dipengaruhi oleh perasaan kita. Kalau kamo emosi pasti kelihatan dari nada suaramu. Mengontrol nada suara berarti juga mengontrol emosi.

Meruncing, Bukan Melebar

  Biasanya adu argumen merambat kesana kemari, akhirnya tambah gak jelas. Kalau mau dicari, memang banyak sih yang bisa dikait-kaitkan sama topik yang sedang dibahas, tapi hasilnya nanti malah nggak jelas. Usahakan kamu buat batasan yang jelas, kalau lawan bicara mulai keluar jalur bahasan, ingatkan dia untuk kembali ke topik yang semula, supaya gak terkesan cuma cari-cari kesalahan si lawan bicara. Jadi kalau kamu ngomongin tentang lemper tadi, jangan merembet ke pipa paralon yang bentuknya sama-sama silinder tapi panjang, jelas beda kan? Lemper empuk dan pipa keras.

Keep The Faith

  Kalau kamu yakin pendapatmu benar berdasarkan pengetahuan yang kamu miliki, baguslah! Kamu memang harus mempertahankan itu. Tapi ingat, cukup kamu bisa membuat orang lain mengerti maksud kamu itu sudah bagus, Syukur kalau dia bisa mengakui hal itu benar, ajaib kalau dia mau mengikuti pendapatmu. Tapi, meyakinkan orang lain itu tidaklah mudah. Seandainya kamu kesusahan, kamu bisa mundur sejenak, yang penting kamu sendiri masih menyimpan keyakinan itu dalam hati kamu. Yakinlah, kamu nggak bisa merubah dunia jadi lebih baik, tapi kamu bisa membuat diri kamu jadi lebih baik. Minimal kamu tahu mana yang terbaik buat kamu.

Nobody Wins

 Perlu di ingat bahwa berargumen bukan untuk mencari menang atau kalah, tapi mencari solusi yang bisa disepakati bersama. Yang pendapatnya diterima gak boleh sombong dan yang ditolak nyantai aja, itu kan sudah biasa......

  Dan jelas ini semua memang perlu waktu dan kesabaran untuk dapat mewujudkannya. Berargumentasi juga membutuhkan latihan yang baik sehingga kamu gak malu-maluin. 

No comments:

Post a Comment