Saturday, April 3, 2010

Hah? Sebuah kapel di Jerman dijadikan tempat pemujaan kepada Hitler


BERLIN - Sebuah kapel atau tempat berdoa bagi umat Kristen dibangun dari rumah peristirahatan mewah bekas pemimpin Nazi Adolf Hitler. Menyadari kapel itu dibangun dari sisa bangunan milik Hitler, kini kapel tersebut dijadikan kuil pemujaan kelompok Neo-Nazi.

Kapel Wegmacher yang berada di daerah pegunungan Jerman kini berubah fungsi sebagai tempat berkumpulnya kelompok Neo-Nazi. Hal ini dibuktikan ditemukannya lambang swastika pada salah satu tiang kayu penopang bangunan tersebut. 

Warga setempat juga mengaku, jika mereka seringkali melihat beberapa orang berkepala botak dan menggunakan jaket kulit, meninggalkan catatan yang berisikan pujian kepada Hitler. Mereka bahkan menyalakan lilin sambil mengenang pemimpin Nazi tersebut. 

Setelah Pemerintah Jerman melakukan penyelidikan, mereka menemukan bahwa kapel yang seharusnya digunakan untuk tempat berdoa oleh umat Kristen dibangun dari bekas reruntuhan rumah Hitler. Kontruksi kapel tersebut sebagian besar berasal dari runtuhan rumah peristirahatan Hitler di kota Berghof, wilayah Berchtesgaden.

Beberapa dari batu yang dipakai di rumah Hitler dibawa oleh para budak-budak Yahudi untuk membangun rumah yang berada di Berghof. 

"Jemaat yang biasa mendatangi kapel tersebut berharap jika bangunan tersebut tidak pernah dibangun. Kini kapel tersebut hanya membawa masalah di dunia sekuler saat ini," menurut majalah Der Spiegel, Sabtu (3/4/2010).

Penggunaan material dari bekas rumah Hitler ini tentunya amat bertentangan dengan kebijakan pascaperang Pemerintah Jerman, yang tidak memperbolehkan penggunaan benda-benda berhubungan dengan Nazi. 

Rumah Hitler di Berghof sendiri di bom oleh pesawat pihak sekutu menjelang akhir perang dunia kedua, saat Hitler tertahan di bunkernya di Berlin. Perdebatan kini muncul di Jerman mengenai pemanfaatan dari runtuhan yang masih tersisa. Ada usulan jika lokasi tersebut dijadikan tempat wisata, namun tentunya masalah ini masih terus mengundang kontroversi. (okezone)

No comments:

Post a Comment